Whatsapp Auto Reply dalam PJJ

12 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Agung Maulana, SMK PU Negeri Provinsi Jawa Barat

Pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, hampir semua sekolah di Indonesia tidak diperkenankan menyelenggarakan pendidikan secara tatap muka langsung. Pemerintah mengharuskan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran jarak jauh). Hal ini dilakukan agar peserta didik tetap mendapatkan haknya untuk belajar disamping itu kesehatan serta keselamatannya tetap terjaga. Sekolah kami juga sudah mempunyai strategi menghadapi PJJ dengan mempersiapkan pembelajaran melalui Google Classroom. Kenapa kami memilih Google Classroom sebagai sarana pembelajaran? Setelah dilakukan screening untuk mengenali profil peserta didik, maka diperoleh kesimpulan bahwa hampir seluruh peserta didik mempunyai gawai yang bisa digunakan untuk pembelajaran online. Hanya sebagian kecil peserta didik yang tidak mempunyai gawai untuk belajar, maka sekolah menyediakan PC (Personal Computer) di laboratorium komputer yang bisa digunakan peserta didik untuk belajar. keberhasilan PJJ (Pembelajaran Jarak jauh) sangat ditentukan oleh peran serta semua stakeholder pendidikan terutama orang tua siswa. Peranan orang tua menjadi yang utama karena peserta didik harus belajar di rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua. Bagaimana dengan orang tua yang harus bekerja? Orang tua yang bekerja tetap bisa memantau perkembangan belajar peserta didik selepas pekerjaan mereka selesai. Tetap saja peranan orang tua sangat diperlukan dalam keberhasilan PJJ ini. Oleh karena itu agar orang tua bisa mendampingi dan mengetahui perkembangan peserta didik, maka diperlukan komunikasi antara pihak sekolah ddengan orang tua melalui laporan langsung mengenai perkembangan belajar putra/putrinya. Sekolah melalui wali kelas bisa membuat laporan mingguan kepada orang tua mengenai perkembangan belajar peserta didik. Selang beberapa minggu PJJ dilaksanakan, saya pun sebagai wali kelas melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Ada dua hal yang menjadi perhatian saya, yaitu presensi online dan keterlibatan peserta didik dalam PJJ. Hasil dari evaluasi tersebut ternyata diperoleh bahwa presensi online terisi hampir 80%, kebanyakan siswa yang tidak isi presensi dikarenakan lupa. Tapi yang membuat saya kaget sekaligus merasa kecewa yaitu keterlibatan peserta didik dalam PJJ kurang dari 60%. Saya pun berinisiatif secepat mungkin untuk menemukan masalah dari semua ini untuk dicarikan solusi. Saya mengundang seluruh peserta didik kelas X Geo 1 untuk mengadakan class meeting secara online melalui Google Meet. Agar tidak mengganggu PJJ, class meeting ini diselenggarakan selepas shalat Dzuhur. Hasil dari pertemuan tersebut diperoleh bahwa sumber masalah utama adalah rata-rata orang tua mereka adalah orang yang bekerja. Sehingga kebanyakan dari orang tua kurang perhatian terhadap PJJ ini karena kesibukan masing-masing. Oleh karena itu kurang kontrol dari orang tua menyebabkan keterlibatan peserta didik dalam PJJ menjadi kurang. Akibatnya tugas yang dibiarkan tidak dikerjakan menjadi menumpuk dan semakin banyak Saya pun berpikir keras bagaimana caranya untuk mengoptimalkan keterlibatan orang tua dalam PJJ ditengah kesibukan mereka bekerja sehari-hari. Saya mempunyai ide bahwa kunci dari keterlibatan orang tua adalah komunikasi yang baik dari pihak sekolah. Maka saya pun mempunyai inisiatif untuk membuat laporan mingguan perkembangan belajar peserta didik. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan laporan kepada orang tua antara lain : kelengkapan dan kebenaran informasi, keterjagaan aspek privasi, serta kemudahan dalam mengakses informasi. Hal ini bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan aplikasi Whatsauto reply yang diintegrasikan dengan aplikasi Whatsapp. Dasar pemikiran saya dalam memilih aplikasi ini adalah karena berdasarkan profil orang tua siswa yang ternyata semuanya menggunakan whatsapp, sehingga memudahkan mengirimkan laporan melalui aplikasi tersebut. Whatsauto merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk mengirim laporan perkembangan belajar peserta didik secara otomatis. Hanya tinggal memasukan informasi di Google Spreedsheet, dan laporan akan terkirim kepada pengakses dengan mengetikan kata kunci di whatsapp. Ada beberapa langkah kerja yang harus disiapkan untuk mengaktivasi aplikasi ini. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan: 1. Install aplikasi whatsauto Aplikasi ini bisa download secara gratis di google playstore 2. Sign in menggunakan akun Google Setelah install kemudian daftar dan masuk menggunakan akun Google dan integrasikan dengan nomor whatsapp kita 3. Buat laporan di Google Spreadsheet Laporan yang akan diberikan kepada orang tua dituliskan dalam Google Sheet 4. Pilih laporan dalam bentuk spreadsheet Integrasikan laporan dalam spreadsheet dengan aplikasi whatsauto 5. Auto reply siap digunakan Setelah semua beres maka aplikasi ini siap digunakan secara otomatis 6. Ketika seseorang mengirim whatsapp dengan kata kunci tertentu, misalkan NIS maka laporan akan muncul sesuai format sebagai balasan otomatis dari whatsapp. Sebelum aplikasi ini disosialisasikan kepada orang tua dan seluruh peserta didik, saya lakukan dulu ujicoba aplikasi. Dengan menggunakan Handphone yang lain, Saya kirimkan kata kunci yaitu NIS (Nomor induk siswa) ke nomor whatsapp saya. Secara otomatis laporan yang sudah dituliskan dalam Google sheet muncul melalui pesan whatsapp. Setelah melakukan ujicoba dan berhasil maka langkah berikutnya saya melakukan sosialisasi melalui grup whatsaap orang tua dan juga grup peserta didik. Untuk awal memang terjadi kendala seperti mereka mengirim lewat SMS (Short message service) padahal seharusnya melalui whatsapp. Ada juga yang mengirimkan kata kunci yang salah seingga tidak keluar laporan otomatisnya. Setelah melakukan serangkaian sosialisasi dan uji coba akhirnya aplikasi ini siap digunakan. Saya buat laporan perkembangan belajar siswa seminggu sekali setiap hari senin. Saya rekap semua aktivitas siswa yang ada di Google Classroom, kemudian dibuatkan laporannya dalam bentuk Google Spreadsheet. Setelah semua laporan peserta didik masuk ke dalam form yang sudah disediakanlangkah berikutnya mengaktifkan aplikasi whatsauto. Biasanya saya merekap aktivitas peserta didik dan membuat laporannya di hari senin sekitar pukul 5 subuh. Sehingga pada senin pagi laporan sudah siap dan orang tua pun bisa mengakses laporan tersebut melalui whatsapp. Bagaimana langkah kerjanya? Setelah laporan siap diakses dan aplikasi sudah diaktifkan, maka orang tua hanay cukup mengirimkan NIS anaknya ke nomor saya. Maka secara otomatis akan ada balasan berupa laporan perkembangan belajar peserta didik. Dengan adanya aplikasi ini guru atau wali kelas tidak perlu repot-repot membalas satu persatu pesan yang masuk. Dengan ada aplikasi ini pesan yang masuk dengan kata kunci yang tepat akan dibalas secara otomatis sesuai dengan laporan yang kita buat. Setelah difungsikan aplikasi whatsauto ini keterlibatan orang tua meningkat dengan signifikan. Harapannya adalah ketika keterlibatan orang tua meningkat maka keterlibatan peserta didik dalam PJJ juga ikut meningkat. Misalkan saja pada hari senin di awal November saya share ke grup orang tua bahwa laporan untuk minggu tersebut sudah bisa diakses. Tidak lama setelah itu banyak orang tua yang mengirimkan pesan whatsapp dengan kata kunci yang sudah disepakati untuk mendapat laporan perkembangan belajar peserta didik. Dengan adanya laporan yang terstuktur tersebut maka orang tua akan lebih aware dengan perkembangan anaknya. Sehingga ketika sibuk bekerja sekalipun masih bisa memonitoring perkembangan belajar putra/putrinya. Berikut ini salah satu contoh interaksi percakapan dengan orang tua siswa melalui pesan whatsapp setelah menerima laporan otomatis melalui aplikasi.