Menggunakan Peta Digital Google Earth

11 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Ahmad Hamdani, Homesantren Kebaikan

Mengajak Siswa Jalan-Jalan Keliling Dunia Di Tengah Pandemi

Awal:
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setengah tahun ini, memaksa kita untuk terbiasa dalam pembelajaran jarak jauh. Kebosanan tinggal dirumah dan tinggal di asrama sudah mulai dirasakan para santri Homesantren Kebaikan. Sebagai pengajar saya sangat berharap adik-adik santri dapat selalu antusias dalam belajar baik itu melalui metode PJJ atau tatap muka secara langsung. Semangat mereka untuk selalu mempelajari hal-hal baru harus dijaga, terutama untuk pemenuhan bekal masa depan mereka. Sebagai pengajar materi Geografi maka saya bertanggung-jawab untuk mengajarkan bagaimana cara mereka untuk dapat mengenal bumi dan seisinya. Sehingga mereka kedepan saya harap mampu merawat, melestarikan, dan menjaga bumi untuk anak cucunya.
Tantangan:
Aksi:
Kondisi semangat para santri saat ini untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sendiri masih kurang baik. Penyebabnya banyaknya tugas yang diberikan oleh masing-masing guru mata pelajaran tanpa memperhatilkan keterbatasan mereka yang sebagian juga tidak memiliki gadget. Ditambah dengan kebiasaan para santri yang suka bermain game online dan menonton video musik maupun film pendek, dan jumlah pertemuan jam pembelajaran yang sangat terbatas. Karena di Homesantren Kebaikan sendiri lebih banyak jam untuk mata pelajaran desain dan videografi. Sebagaimana tujuan adanya Homesantren Kebaikan sebagai sekolah alternatif yang bersifat sosial bagi mereka yang putus sekolah dan tidak bisa masuk sekolah formal karena faktor ekonomi dan sosial keluarga.
Mengetahui karakter anak terebih dahulu adalah hal yang penting dilakukan diawal sebelum pembelajaran dimulai. Hal itu saya lakukan dengan cara selalu update mengikuti sosial media mereka, dan menjaga komunikasi melalui chat dan komentar. Sehingga dengan begitu saya cukup banyak mendapatkan feedback dari mereka berupa harapan dan cita-cita mereka termasuk evaluasi pengajaran yang saya lakukan. Selain itu saya menjadi lebih mudah dalam menyiapkan materi pembelajaran sebagaimana yang mereka butuhkan dan tidak mereka ketahui. Materi yang saya siapkan memakai slide presentasi, video dan aplikasi google maps dan juga google earth. Dengan begitu saat mempresentasikan materi ke para santri mereka lebih mudah memahami, meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom. Hal ini akan mudah dilakukan apabila para santri sudah ada ketertarikan mengenai apa yang akan dipelajarinya. Maka saat saya mengajak mereka untuk ikut pergi berkeliling dunia, semangat belajar mereka semakin tinggi, dan mampu mengembangkan harapan dan keinginannya dalam meraih cita-cita. Sebagian besar sudah mulai berani untuk bermimpi keliling dunia, ahal ini saya dapatkan setelah mendengarkan berbagai cerita adik-adik untuk jalan-jalan keliling dunia mengunjungi tempat yang mereka impikan. Maka melalui aplikasi google earth saya mulai mengajak mereka semua untuk mewujudkan mimpi mereka masing-masing secara virtual. Karena jumlah santri Homesantren Kebaikan sendiri tidak banyak maka setiap anak dapat bersama-sama mengunjungi tempat keinginan mereka masing-masing selama pelajaran berlangsung. Ada yang ingin jalan-jalan melihat menara Eifel di Paris Perancis, ada yang ingin datang ke Baitullah untuk melihat keadaan Ka'bah terkini saat pandemi. Untuk memastikan apakah sholatnya juga berjarak saat di Mekkah.
Pelajaran: Setiap memulai pelajaran para santri perlu diajak berinteraksi sebagaimana kebutuhan dan keinginan mereka terlebih dahulu. Sehingga kita sebagai guru tau kebutuhan dan kesenangan mereka. Dengan begitu mereka akan lebih antusias dalam belajar, sebagaimana mereka menceritakan tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Selain itu mereka juga menceritakan alasan kenapa ingin mengunjungi tempat tersebut. Dari situ kemudian mereka saya ajak untuk mengeksplore situs-situs apasaja yang ada pada tempat tersebut. Bagaimana kontur tanahnya, letak wilayah geografisnya, iklim dan cuaca dilokasi tersebut sampai dengan potensi ekonomi sosial budaya, termasuk bencana yang dapat terjadi. Dengan begitu alhamdulillah akhirnya mereka semakin antusias untuk belajar geografi. Belajar geografi bagi mereka menjadi lebih memyenangkan karena bisa melihat meskipun tidak secara langsung datang ke lokasi. Penggunaan media belajar memang sangat dibutuhkan ditengah pembelajaran jarak jauh seperti ini. Media belajar tidak harus membuat sendiri, karena saat ini sudah banyak aplikasi yang telah menyediakan media belajar yang bagus dan mudah. Demikian semoga dapat membawa manfaat bagi kita para pembelajar. Salam MERDEKA BELAJAR! Ahmad Hamdani
Homesantren Kebaikan