Belajar Relasi Dengan Video

20 Nov 2021 | by Prasetyaningsih

Materi relasi dalam matematika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Namun, ada kalanya materi ini agak sulit dipahami oleh murid. Sebagai guru, tentunya saya harus memikirkan beberapa cara agar murid bisa lebih cepat memahami materi tersebut. Ketika pembelajaran tatap muka, papan tulis menjadi media yang efektif. Saya bisa membuat bagan dan diagram tanpa kesulitan yang berarti. Alhamdulillah, murid juga bisa mengikuti pembelajaran. Ada kalanya saya menggunakan media powerpoint/video yang di-share melalui layar. Memang tidak bisa setiap pertemuan menggunakan presentasi karena terbatasnya fasilitas sekolah sehingga harus bergantian. Kekurangan media papan tulis saat itu adalah ketika akan menggambar grafik fungsi. Terkadang dalam membuat garis tidak lurus sehingga grafik yang dihasilkan kurang maksimal. Pembedaan penggunaan warna spidol akhirnya menjadi salah satu cara agar grafiknya menjadi lebih menarik.

Matematika adalah ilmu pasti, yang biasanya menjadi mata pelajaran yang kurang disukai murid. Ketika tatap muka, saya menyadari masih banyak cara mengajar yang mungkin hanya sekedar ceramah saja. Namun, masih bisa membuat sebagian murid yang memang secara akademis boleh dibilang kurang, tetap mendapatkan nilai optimal. Memang orientasinya saat itu masih dilihat dari nilai KKM saja. Semua berubah ketika pandemi datang. Saya dipaksa berpikir metode apa yang akan digunakan? Apakah cukup hanya dengan modul online saja? Selama PJJ, murid mengeluhkan tidak bisa mengerti materi yang diajarkan. Memang, tidak mudah mengajarkan matematika secara tidak langsung. Segala media sudah dicoba, termasuk menanyakan kepada murid metode seperti apa yang bisa dipahami murid.

Pada awalnya saya memberikan modul dan lembar kerja dalam bentuk Google Form. Pertimbangan saya saat itu penggunaan media ini tidak terlalu memakan banyak kuota, mengingat murid di sekolah saya kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah. Namun, tentu saja tidak optimal. Murid sudah terbiasa dijelaskan detail setiap materi, sehingga ketika harus belajar mandiri belum terbiasa. Murid juga tidak mempunyai modul fisik dan ketika mencatat mereka mengeluhkan banyaknya kalimat dalam modul online tersebut. Kemudian saya mencoba membuat video pembelajaran yang dibagikan di classroom. Ketika saya meminta feedback dari murid, mereka menyukainya. Melalui video offline, mereka tidak membutuhkan banyak kuota.

Pada akhirnya saya memilih menggunakan media video. Meskipun demikian, saya tetap memberikan modul online dalam bentuk PDF yang bisa diunduh murid untuk dibaca dan dicatat. Di beberapa pertemuan saya selipkan tatap maya untuk menjelaskan langsung dan bertanya kendala murid. Tatap maya ini bisa melalui Google Meet atau juga Whatsapp. Dua media ini saya anggap tidak menggunakan banyak kuota, sehingga murid bisa lebih aktif bertanya dan memberikan feedback.  Penggunaan media ini sejauh ini paling efektif dan murah bagi murid yang saya ajar.

Simak Video Pemaparan Ibu Prasetyaningsih