Praktik Baik Penggunaan Video Pembelajaran yang Sesuai dan Mendukung Dalam Pembelajaran Matematika

12 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Dewi Yulia Hartati, Lazuardi Global Compassionate School

Salah satu praktik baik pembelajaran yang ingin saya bagikan adalah penggunaan video sebagai media pembelajaran yang sesuai dan mendukung dalam pembelajaran matematika. Sebagai seorang guru kelas 4 sekolah dasar, salah satu mata pelajaran yang saya pegang adalah matematika. Saya berkewajiban untuk mengajarkan berbagai materi matematika untuk siswa kelas 4 dengan tujuan siswa mampu mencapai indikator pembelajaran yang sudah ditentukan dalam program semester serta mampu mengaplikasikan ilmu matematika yang sudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, matematika dikenal oleh para murid sebagai sebuah pembelajaran yang rumit. Mungkin akan sedikit lebih mudah apabila kegiatan pembelajaran ini dilakukan dengan tatap muka langsung. Namun yang menjadi masalah adalah, dalam kondisi pandemi ini, kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara online untuk menghindari penyebaran virus COVID-19 lebih luas. Bisa dibayangkan bagaimana saya perlu memutar otak untuk menemukan cara yang tepat agar materi pembelajaran seperti perkalian, pembagian, bilangan negatif, dan waktu bisa tersampaikan dengan baik, murid menjadi paham dan tujuan pembelajaran jadi tercapai. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, siswa seringkali menemukan kendala pada saat menghubungkan konsep pembelajaran matematika dengan sesuatu yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya dengan terlebih dahulu mempelajari ilmu dari berbagai sumber seperti Kampus Guru Cikal, saya mencoba memilih media video pembelajaran sebagai salah satu cara untuk mengajarkan materi matematika di kelas. Saya memilih media ini, karena menurut pengamatan saya, sebagian besar siswa menunjukkan ketertarikan secara visual. Apalagi apabila video tersebut dibuat secara jelas dan menarik. Selain itu, dengan video, saya sebagai guru merasa lebih bebas berekspresi untuk menjelaskan materi dari awal hingga akhir. Dan keuntungan lainnya, video adalah sebuah media yang bisa diputar ulang apabila siswa melewatkan sebuah informasi. Hingga akhirnya saya mencoba untuk membuat sebuah video pembelajaran yang saya harapkan bisa menjawab permasalahan siswa saya.

Alhasil, sebagian besar siswa mampu menyerap pembelajaran dengan baik. Bagaimana bisa saya mengetahui hal ini berhasil? Karena secara berkala, saya melakukan diskusi dan tanya jawab langsung dengan siswa tentang kegiatan pembelajaran kami selama ini. Kami akan mencari tahu mana yang perlu di perbaiki, mana yang perlu dipertahankan. Biasanya sebelum membahas secara langsung, saya akan mengirimkan google form terlebih dahulu kepada siswa, yang isinya adalah seputar pertanyaan tentang perasaan, tanggapan, dan saran mereka terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Bahkan form ini terkadang juga kami sebar kepada orangtua untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif. Standar ukuran lainnya tentu saja adalah melalui hasil kegiatan formatif dan sumatif. Namun, standar lain yang juga bisa dijadikan ukuran adalah, mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh (khususnya matematika) dalam menyelesaikan masalah pada kegiatan sehari - hari mereka.

Untuk ke depannya, dalam mengembangkan strategi pembelajaran baik ini adalah agar guru tetap menjadi seorang manusia pembelajar dan mengembangkan sikap empati terhadap kebutuhan murid dan orangtua. Kedua hal ini, perlu dikembangkan agar guru bukan saja menjadi sosok yang lebih manusiawi, tetapi juga menjadi seorang pendidik yang peka dan memberi pengaruh baik terhadap murid dan masyarakat sekitarnya.