Guruku Menemani Belajarku

11 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Lenayanti Br.P, ST, M.Pd, SLB Negeri Banda Aceh

PROFIL MURID Murid kelas X SLB NEGERI Banda Aceh ketunaan: autisme. berumur 18 tahun. tinggal di kota Banda Aceh. Karakteristik visual dalam bentuk film/gambar (menonton tv, video youtube). Menyukai (mendengarkan musik, menari, dan mengaji). Murid sangat butuh cara dan gaya belajar yang berbeda, penuh karya dan kreasi, tidak monoton. untuk itu maka perlu dirancang satu media pembelajaran yang menarik dan belum pernah dilakukan di kelas. media yang dimaksud adalah video pembelajaran interaktif AWAL: Ketika PJJ guru tidak bisa mengajar tatap muka. Saya pun melakukan pembelajaran daring, melalui WAG kelas. Adapun materi pembelajaran yang saya kirimkan berupa power point dan PDF. Dari informasi orangtua murid, murid tidak suka format materi seperti itu sehingga murid tidak mau membaca bahkan melihat bahan pelajaran tersebut. TANTANGAN: Murid menginginkan kehadiran sosok guru langsung menyampaikan materi pembelajaran. Tetapi karena kondisi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak memungkinkan tatap muka, sehingga saya tidak bisa menyampaikan secara langsung materi, seperti yang diinginkan oleh murid. Kondisi ini membuat saya merasa sedih dan merasa tertantang untuk mencarikan solusi terhadap permasalahan ini. AKSI: 1. Saya melakukan asesmen ulang terhadap kondisi profil orangtua murid dan murid. Tujuannya agar saya dapat mengali lebih dalam informasi yang lebih dalam terkait kebutuhan murid dan kesiapan orangtua mendampingi murid. 2. Berdasarkan hasil asesmen saya membuat intervensi program pembelajaran, dengan melihat kekuatan murid terhadap stimulus visual (film/gambar), dalam bentuk media video pembelajaran. Hasil asesmen dan intervensi ini saya diskusikan dengan Kepala Sekolah, dan Pengawas Pembina Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) agar program intervensi yang saya lakukan tepat buat murid saya yang autisme. 3. Program intervensi saya lakukan dengan membuat media pembelajaran berupa video pembelajaran. Video pembelajaran yang saya buat dengan konsep saya sebagai presenter, atau saya secara keseluruhan tampil di awal, di tengah dan di akhir video pembalajaran dan menggunakan suara saya dari awal hingga akhir video pembelajaran. 4. Meyebarkan angket untuk perbaikan Perubahan.Pelajaran 1. Karakteristik murid yang senang dengan materi visual dalam bentuk film/gambar ini sangat cocok diberikan materi pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran sehingga sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran. 2. Dengan materi pembelajaran berupa video yang nenampilkan sosok guru yang langsung menjelaskan materi pembelajaran, murid menjadi lebih fokus mengikuti proses pembelajaran, mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu. Bahkan murid tidak mau HPnya ditangan orangtuanya. Murid memutar berulang-ulang video pembelajaran dengan girang. 3. Setelah saya menggunakan media video pembelajaran berbasis kebutuhan murid,di kelas kini murid dapat mengurangi kegemarannya menonton Youtube, bahkan murid memutar berulang-ulang video pembelajaran, dan mencoba untuk menuliskan setiap penjelasan saya yang ada di video tersebut. Tugas-tugas yang saya berikan pun telah selesai dikerjakan, dan dikumpulkan sesuai waktu yang ditentukan. 4. Media pembelajaran berupa video pembelajaran menurut sejumlah guru di sekolah saya maupun di Sekolah Luar Biasa (SLB ) yang pernah melihat video pembelajaran saya dinilai sudah sangat sesuai dengan karakter anak autisme sehingga mereka sangat antusias untuk mencoba metode yang sama. 5. Melihat keberhasilan saya membuat video pembelajaran membuat teman-teman guru lainnya termotivasi untuk belajar membuat video pembelajaran. 6. Kedepan saya merasa tertantang untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik yang tidak hanya dapat digunakan untuk pembelajaran anak autisme tetapi juga dapat digunakan bagi pembelajaran anak dengan ketunaan lainnya. Dalam video pembelajaran selanjutnya saya akan berusaha agar menghasilkan video pembelajaran yang benar-benar berpihak kepada murid, dan dapat mengatasi permasalahan murid. Sehingga murid merasa bahagia dan senang mengikuti proses pembelajaran.