BELAJAR SERU DENGAN LAGU

12 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari IRA, SD IT Mutiara Islam

Belajar Seru dengan Lagu
Tahun ini, adalah tahun ketiga saya diamanahkan untuk menjadi guru kelas lima. Saya merasa senang karena sudah memiliki pengalaman dua tahun dalam mendampingi murid kelas lima. Berbekal pengalaman tersebut, saya membuat resolusi agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya membuat target untuk memberikan pembelajaran yang lebih bermakna dan menerapkan semangat merdeka belajar pada murid yang akan saya dampingi. Namun, kondisi pada tahun ajaran kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi yang menyebabkan saya harus melakukan pembelajaran jarak jauh dengan murid. Hal ini tidak mudah untuk dijalankan sebab tidak pernah terjadi sebelumnya. Saya tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan murid, hingga sempat terlintas dalam pikiran kegiatan belajar tidak dapat disuguhkan dengan seru seperti biasanya yang penuh dengan aktivitas fisik. Keadaan ini membuat saya harus lebih kreatif dalam menyiapkan strategi agar harapan bisa tercapai dan murid tetap semangat belajar.
Salah satu tema materi yang ada di kelas lima adalah organ gerak hewan dan manusia. Tema ini menarik karena membahas hal yang berhubungan langsung dengan organ tubuh. Poin-poin yang ada di dalamnya yaitu fungsi rangka, macam-macam anggota gerak, nama-nama tulang, jenis-jenis sendi, gangguan yang menyerang rangka tubuh, dan cara menjaga kesehatan rangka. Namun, banyaknya materi membuat murid kesulitan untuk memahami, terutama dalam menghafal nama-nama sendi dan contohnya hingga sering tertukar antara sendi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan pula oleh cara saya yang hanya meminta murid untuk membaca materi berulang kali dan menghafalkannya tanpa menggunakan media yang menarik.
Saya kemudian melakukan refleksi terhadap apa yang saya lakukan dalam mengajar. Hasil refleksi itu membuat saya berempati dan tertantang untuk membantu murid saya dalam belajar agar memahami materi yang diajarkan dengan media yang sesuai kebutuhan mereka. Saya melakukan langkah awal dengan mengajak murid mengungkapkan harapannya dalam belajar, apa yang mereka sukai dan apa yang mereka butuhkan. Hingga akhirnya saya paham bahwa murid-murid saya di kelas lima suka bernyanyi. Meski saya tidak pandai bernyanyi, memiliki suara yang pas-pasan, dan tidak paham not, namun saya memutuskan untuk membuat media pembelajaran berupa lagu agar bisa memenuhi kebutuhan murid. Saya akan menggubah sebuah lagu yang liriknya diganti dengan materi organ gerak khususnya tentang sendi manusia. Langkah awal yang saya lakukan adalah memilih lagu yang liriknya sudah dihafal oleh murid, nadanya sudah diketahui, serta sering mereka nyanyikan. Lagu tersebut adalah lagu anak-anak yang berjudul “Anak Ayam”. Saya mengganti lirik lagu tersebut dengan materi lima jenis sendi manusia dan contoh-contohnya. Saya mencari kata-kata yang cocok agar murid dapat mencerna dan mengikuti lagu gubahan itu dengan baik.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengganti lirik tidak terlalu lama karena disesuaikan dengan materi dari buku panduan. Justru yang lama adalah saat saya merekam suara hingga berulang kali agar cukup enak didengar, mencari musik pengiring atau instrumen lagu yang sesuai, menyempurnakan rekaman suara menjadi sebuah video menarik yang dilengkapi dengan lirik dan transisi antar slide, serta mengunggah hasilnya ke youtube. Rekaman suara saya ambil menggunakan aplikasi perekam yang ada pada telepon seluler (ponsel). Ponsel yang dibutuhkan ada dua, yang satu untuk merekam suara dan satu lagi untuk memutar musik pengiring. Setelah proses ini selesai, saya membuka aplikasi kinemaster untuk membuat video dan menuliskan lirik lagu yang terdiri dari lima bait dengan ditambahkan klip grafis pada tiap slide. Proses dilanjut dengan memasukan rekaman suara lalu mengekspornya. Video yang sudah jadi kemudian diunggah ke akun youtube agar dapat tersimpan dengan aman dan dapat diputar kapan saja saat dibutuhkan. Hasil gubahan lagu tersebut kemudian saya tampilkan saat belajar dengan menggunakan zoom meeting. Sebelum saya mengajak murid menyanyikan lagu tersebut, terlebih dahulu saya meminta mereka untuk menyanyikan lagu “Anak Ayam’ dengan lirik yang asli. Setelah itu saya putarkan lagu hasil gubahan tentang sendi manusia dan mengajak murid untuk bernyanyi bersama sambil menunjukan letak sendi yang dimaksud pada tubuhnya masing-masing. Video saya putar berulang kali agar murid lancar dan saya pun memberikan tautannya ke whatsapp grup agar murid dapat mendengarkannya kembali kapan saja. Murid saya senang dan bersemangat saat kami melakukan kegiatan ini bersama-sama. Bahkan, saat saya meminta kelompok putri dan putra bernyanyi secara bergantian, semua bersorak bahagia.

Setelah media berupa lagu ini diluncurkan, saya pun mengajak murid untuk melakukan refleksi, dan ternyata komentar mereka sama. Semua murid mengatakan bahwa mereka suka dengan lagu dan video yang diberikan. Menurut mereka cara ini memudahkan dalam mempelajari sendi manusia. Mereka pun mengatakan belajar dengan lagu seperti tidak sedang belajar namun ada ilmu yang didapatkan. Hal itu dibuktikan oleh mereka dengan capaian hasil memuaskan setelah saya berikan tes evaluasi. Proses ini memberikan pelajaran pada saya bahwa lagu bisa dijadikan media belajar yang menyenangkan jika sesuai dengan kebutuhan murid. Jika kebutuhan sudah terpenuhi, pembelajaran pun akan efektif dan harapan dapat terealisasi.