Belajar Farmasi dengan Daring
19 Nov 2021 | by Fenny Yuliawati

Di masa pandemi ini, pembelajaran dilakukan
dengan PJJ dan Tatap Muka terbatas. Jam
Saya terus berupaya melakukan penyesuaian guna
terwujudnya pembelajaran yang kondusif. Namun, karena DDK merupakan pelajaran
baru yang mereka temui di sekolah, sehingga diperlukan upaya yang lebih ekstra
dari murid untuk memahami setiap materi yang disampaikan. Selain itu, adanya
kegiatan praktikum yang merupakan bagian dari rangkaian mata pelajaran ini
merupakan tantangan tersendiri untuk saya dan murid-murid di pembelajaran pada
masa pandemi ini. Karena pada kelompok asrama, praktikum dilaksanakan setiap
satu minggu sekali. Sedangkan, untuk kelompok non-asrama, praktikum hanya
dilakukan seminggu dalam satu bulan.
Upaya penyesuaian untuk menyamakan pemahaman
materi oleh kelompok asrama dan non-asrama itu bukanlah hal yang mudah. Kondisi
murid asrama yang sudah terbiasa dengan belajar daring, membutuhkan
pendampingan agar murid dapat lebih aktif dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran
tatap muka. Selain itu, murid yang sudah terbiasa belajar menggunakan gadget,
membutuhkan pembiasaan agar tidak tergantung dengan gadgetnya. Lain hal dengan
kelompok asrama, untuk kelompok non-asrama karena sebagian besar pembelajaran
masih dilaksanakan secara daring sehingga mulai timbul kejenuhan yang ditandai
dengan kurangnya antusias mereka dalam belajar, baik ketika di grup whatsApp
maupun ketika bertatap muka di google meeting.
Berdasarkan hal tersebut, kemudian saya menyusun
strategi bagaimana agar murid-murid dapat melaksanakan pembelajaran dengan
asyik, menarik, dan tidak membosankan. Selain itu juga bagaimana menyamakan
materi yang disampaikan ke murid kelompok asrama dan non-asrama, serta mampu
memanfaatkan gadget dengan bijak sebagai sarana belajar untuk mengasah
kompetensi, bakat dan minat mereka.
Saya menyusun ide untuk membuat media
pembelajaran berbasis aplikasi. Saya memutuskan untuk membuat media aplikasi
berupa Wakelet, yaitu platform yang dapat menyimpan tautan penting yang terorganisir.
Dengan wakelet, murid dapat belajar dengan cara melihat sumber-sumber belajar
yang sudah disiapkan oleh guru, berupa tayangan video pembelajaran yang linknya
tersambung ke youtube. Untuk siswa non-asrama pun, video praktikum juga dapat
disimak melalui media ini. Proses pembelajaran menggunakan media wakelet
diawali dengan mengarahkan
siswa untuk menyimak tayangan video pembelajaran yang sudah tersedia di media
Wakelet dengan cara memberikan link wakelet di grup Whatsapp.
Pembelajaran dapat dilakukan secara sinkronous
Murid-murid
sangat antusias menyimak materi dengan seksama. Hal ini, dapat dilihat dari
keaktifan melalui diskusi yang dilaksanakan melalui google meeting. Dan
keikutsertaan siswa dalam mengerjakan assessment yang berupa gamifikasi. Semoga
kedepannya media ini dapat terus digunakan untuk menunjang proses pembelajaran
yang lebih aktif dan menarik.