Kartu dan Buku Mari Baca
01 Dec 2021 | by Sumarni

Di zaman milenial ini, dalam belajar kita tidak bisa memaksakan anak. Namun sebagai guru memberikan fasilitas dan kesempatan kepada murid-murid agar mereka dapat belajar dengan riang dan nyaman. Pesatnya perkembangan zaman dunia teknologi dan orangtua menginginkan anaknya bisa lancar membaca. Hal ini membuat murid-murid menjadi kurang nyaman, mudah bosan dalam belajar, kesulitan berkonsentrasi dan tidak bisa mengungkapkan keinginan mereka untuk memberikan pendapatnya. Anak lebih senang bermain game baik offline maupun online.
Butuh usaha efektif agar kepekaan membaca anak bisa dikembangkan. Mereka perlu melihat kegiatan yang menyenangkan. Kesempatan itu jarang mereka dapatkan dirumah. Kalaupun ada, sifatnya tidak ada interaksi dengan orang lain. Terkadang kita lupa bahwa anak belum mengerti cara huruf dan bunyinya bekerja. Maka ketika anak tak kunjung bisa membaca, orang tua menjadi frustrasi dan akhirnya memarahi anak. Di sisi lain, anak juga terlihat bosan saat di kelas, kesulitan untuk berkonsentrasi, kurang antusias dalam mengikuti kegiatan di kelas, dan akhirnya menganggap bahwa belajar ialah aktivitas yang menegangkan baik di rumah maupun di sekolah .
Tidak mudah untuk mengajarkan membaca, butuh waktu dan kesabaran serta kreativitas yang efektif, dan menarik sehingga membuat anak nyaman dan senang dalam kegiatan membaca buku. Saya sebagai guru ingin membuat media panduan yang praktis dan interaktif. Kemudian muncullah ide untuk mengenalkan Media Panduan Kartu dan Buku Mari Baca untuk usia 4-6 Tahun. Media Panduan Kartu dan Buku Mari Baca dibuat dengan belajar sambil bermain, sehingga anak tidak bosan, anak dapat membaca tanpa paksaan, dan anak senang dalam membaca buku.
Salah satu upaya saya adalah menciptakan sebuah kreativitas yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa siswa melalui Media Panduan Kartu dan Buku Mari Baca. Tujuan dalam panduan kegiatan Kartu dan Buku Mari Baca yaitu, dapat mengembangkan literasi dengan mengolah informasi, memahami kata sederhana dan mengenal simbol huruf. Penerapan rancangan aktivitas di kelas, Guru mengajak siswa untuk bermain dengan membentuk menjadi beberapa kelompok . Guru meminta siswa memperhatikan kartu mari baca yang di tempel di papan tulis. Guru mengajak bermain dan bercerita tentang tokoh huruf dari kartu mari baca serta bernyanyi tentang tokoh huruf tersebut. Setiap kelompok mengambil kartu mari baca. Setelah mendapatkan kartunya, siswa diminta untuk menyebutkan huruf yang didapatkannya. Setelah menyebutkan siswa menuliskan huruf yang didapatkannya di udara. Dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu membaca buku mari baca. Alhamdulillah siswa dalam mengikuti kegiatan di kelas terlihat sangat senang, antusias dan aktif. Kemampuan mengenal simbol huruf, memahami kata sederhana, mengembangkan literasi dan mengolah informasi berkembang sangat baik di sekolah.
Kartu dan Buku Mari Baca ini semoga dapat meningkatkan minat baca pada anak usia 4-6 tahun. Dari namanya (Mari) berarti tidak ada paksaan dalam belajar membaca. Mari Baca adalah ajakan untuk anak senang membaca. Karena membaca adalah jendela ilmu untuk mencapai kesuksesan seseorang. Banyak manfaat yang diperoleh dari membaca. Dengan membaca murid-murid dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, menambah informasi serta menambah ide. Dengan Media panduan Kartu dan Buku Mari baca dapat melahirkan generasi yang baik dan bermutu. Saya juga berharap semoga Kartu dan Buku Mari Baca dapat menginspirasi orang banyak.