Games Interactive Wordwall.Net

11 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Siti Rohmah Kurniasih, S.Pd , SMP Darmayanti Cimaung

Saya mengajar PAI-BP di kelas 7,8 dan 9 di jenjang SMP dengan rentang usia 11-15 Tahun, murid saya kebanyakan menyukai menonton youtube, bermain tik tok, mendengarkan music dan bermain games online. Saat pandemic melanda kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga murid tidak bisa melaksanakan pembelajaran dengan cara tatap muka melalui WhatsApps Group dengan materi pembelajaran berupa modul yang di share kepada siswa, namun ternyata ssebagian murid merasa kesulitan dalam memahami pembelajaran apalagi pembelajaran PAI-BP banyak hafalan, praktek, dan banyak istilah asing yang sulit dipahami oleh murid. Untuk mengatasi hal tersebut, saya sebagai pendidik mencari solusi lain, yaitu dengan membuat video pembelajaran yang di upload di youtube. Ternyata setelah saya perhatikan hanya beberapa murid saja yang menyimak video pembelajaran yang saya buat, akhirnya saya mencoba mengajak diskusi murid terkait media pembelajaran yang saya buat ternyata murid merasa bosan dan jenuh dengan tayangan video yang saya buat, mereka menginginkan media pembelajaran yang menyenangkan. Akhirnya saya searching di google mencari media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menggunakan media aplikasi berbasis web Wordwall.Net. Wordwall.Net adalah aplikasi web yang berbentuk games dengan template yang sangat menarik. Kemudian saya coba semua fiturnya dan menguji cobanya sendiri, dan akhirnya media tersebut berhasil saya buat. Esok harinya saya coba share media pembelajaran yang saya buat kepada murid di kelas virtual saya, berikut infografis berupa panduan langkah-langkah penggunaan berikut video tutorial penggunaan aplikasi tersebut, setelah itu saya meminta murid menggunakan media pembelajaran tersebut, dan Alhamdulillah murid- murid merasa sangat senang dan bahagia, mereka bersemangat untuk belajar. Ketika di akhir pembelajaran saya adakan refleksi ternyata respons mereka sangat baik, ada yang bilang suka karena menarik, ada juga yang bilang suka karena merasa tertantang dengan games yang saya buat. Dari proses ini akhirnya saya menyadari bahwa media pembelajaran itu tidak perlu yang keren dan canggih, tapi yang penting bisa menjawab permasalahan dan kebutuhan murid. Sebagai seorang pendidik kita juga tidak boleh mudah berputus asa, tetapi harus terus selalu mau belajar dan mencoba. MULAI SAJA DULU KESEMPURNAAN MENYUSUL KEMUDIAN.