Belajar Asyik Sosiologi, Tak Sekedar Paham Teori, Murid Juga Bisa Jadi Kreator Film Animasi (Plotagon Story)

12 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Rizki Hernanda, S.Pd., SMP ISLAM AL-AZHAR CAIRO PALEMBANG

Saya awalnya ingin menerapkan sistem pembelajaran berbasis project bertemakan Sociologi The Movie, dimana murid ingin saya ajak membuat sebuah Film FTV sederhana berdurasi sekitar 3 menit dengan membuat video tentang kehidupan sosial yang ada di sekitar mereka. Tetapi ternyata kondisi pandemi mengakibatkan murid harus belajar dari rumah dan memiliki ruang lingkup interaksi sosial yang terbatas selain dengan keluarga, dan jika misalnya murid membuat film FTV bisa kemungkinan hampir sebagian besar tema film mereka ialah tentang keluarga. Selanjutnya setelah melakukan survey dan sharing bersama murid saya juga memiliki gambaran bahwa murid lebih menyukai hal-hal yang berkaitan dengan animasi karena mereka terbiasa menonton film, bermain game yang umumnya juga dalam tampilan animasi.
Berdasarkan banyak hal yang menjadi pertimbangan tersebut perihal kondisi belajar di masa pandemi serta minat murid, memotivasi saya mempelajari lagi mengenai metode serta media apa yang tepat bagi murid dalam mempelajari, memahami serta mempraktekkan materi sosiologi tentang interaksi sosial. Saya pun mencoba mengkolaborasikan minat murid dengan materi pembelajaran serta lingkungan sekitar mereka. Saya juga mencoba bertanya dan diskusi dengan beberapa teman-teman guru di sekolah. Alhamdulillah, akhirnya saya menemukan solusi yaitu dengan memanfaatkan aplikasi Plotagon Story yang merupakan salah satu aplikasi untuk membuat video film animasi serta saya mencoba memadukannya dengan sosial media yaitu instagram. Jika berbicara apakah kendala dalam pelaksanaan, tentulah ada.
Adapun kesulitan yang dihadapi ada kendala sinyal internet pada online meeting sehingga terkadang saya selaku guru mengalami gangguan saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid pada saat jam pembelajaran online berlangsung dan waktu pembelajaran juga terasa begitu singkat. Kendala lain adanya perbedaan kemampuan anak dalam menyerap materi pembelajaran serta perbedaan karakteristik anak. Sebagai seorang tentu menjadi kendala sekaligus tantangan untuk bisa menyelami, mempelajari serta memahami kemampuan dan karakteristik masing-masing murid. Jika di kelas guru bisa melakukan pengamatan serta bimbingan secara individu ke murid, namun di pembelajaran jarak jauh menjadi hal yang mesti dipelajari dengan mendalam guru untuk menyediakan ruang agar tetap bisa fokus terhadap perkembangan murid meski dari jauh.
Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan plotagon story, secara umum murid mungkin ada sebagian mengaku kesulitan dalam membuat film animasi dan ada pula yang semangat dalam mengeksplore aplikasi hingga bisa membuatnya. Bagi anak yang merasa kesulitan tersebut, saya berusaha melakukan pendekatan secara individual baik itu berkomunikasi langsung pada saat online meeting atau chattingan di luar jam pembelajaran sosial agar murid tidak merasakan kesulitan sendiri, biarpun virtual learning saya tetap ingin bisa memberikan solusi.
Setelah menerapkan kegiatan pembelajaran sosiologi menggunakan plotagon story, saya menemukan kembali banyak inspirasi baru bahwasanya tenyata untuk dapat mendesain sebuah kegiatan pembelajaran yang menarik, efektif dan inovatif bukan hanya berlandaskan pada kurikulum dan keinginan guru semata, melainkan juga sangat penting melibatkan minat dan kebutuhan murid agar yang tadinya suasana pembelajaran biasa saja bisa menjadi lebih bermakna . Dengan memodifikasi semua komponen penting tersebut kegiatan pembelajaran pun tidak sekedar terkesan hanya rutinitas mempelajari materi namun ada banyak sisi lain yang positif melalui aktivitas pembelajaran lainnya. Kegiatan sosiologi menggunakan aplikasi plotagon story kali imi belum sempurna dan masih banyak sekali hal yang perlu dikembangkan yakni dalam penerapannya mungkin nantinya bisa divariasikan kembali bukan hanya di pelajaran sosiologi namun juga dapat diterapkan dalam pelajaran lainnya di bidang social seperti geografi, ekonomi dan sejarah dengan metode yang berbeda.