Permainan simulasi index card match peminatan studi lanjut

12 Dec 2020 | Inovasi Media Ajar dari Dian Nur Pitasari, SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta

Kelas XII semua jurusan di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta

Topik
Permainan simulasi untuk meningkatkan pemahaman peminatan studi lanjut di perguruan tinggi di SMK Muhayo

Awal
Sebagai guru bk saya berharap layanan yang saya berikan dapat membantu murid mencapai perkembangan yang optimal. Awalnya saya pikir akan mudah menghadapi murid SMK. Namun pada kenyataannya cukup sulit, karena karakternya sangat beragam. Ini menjadi tantangan bagi saya dalam memberikan layanan bk yang tepat sesuai dengan kebutuhan murid.
Meskipun di SMK Muhayo sendiri tidak ada jam.masuk kelas secara klasikal, saya berusaha untuk memberikan layanan bk di sela sela proses belajar murid. Di awal semester saya berikan assessment dengan AKPD untuk semua murid, dan kemudian hasilnya saya gunakan untuk menyusun program kerja selama satu tahun ajaran.
Hasil AKPD kelas XII menunjukkan bahwa murid saya ingin melanjutkan kuliah namun belum tau apa saja pilihan studi lanjut setelah lulus SMK. Saya mulai berfikir layanan seperti apa yang tepat untuk memberikan pemahaman tentang peminatan studi lanjut.

Tantangan
Namun masih ada keresahan yang saya alami terkait memberi pemahaman tentang peminatan studi lanjut di perguruan tinggi di SMK Muhayo. Karakter murid yang beragam menjadi tantangan bagi saya dalam memilih strategi layanan yang tepat. Murid pasti akan bosan jika menggunakan metode ceramah dan mendengarkan. Murid SMK lebih menyukai sesuatu yang menarik atau yang membutuhkan aktivitas fisik.


Aksi
Permainan simulasi menjadi pilihan saya dalam memberikan layanan bk tentang peminatan studi lanjut. Selain itu saya juga menggunakan media kartu untuk menarik minat murid. Permainan simulasi index card match tentang studi lanjut menjadi alternatif pilihan strategi dalam layanan bk. Murid diajak berpartisipasi aktif dalam permaianan, dengan cara mencari pasangan kartu pertanyaan dan jawaban. Murid diberikan kesempatan untuk berpindah tempat dan diskusi dengan peserta lain. Permainan berakhir ketika semua murid sudah mendapatkan pasangan dari kartunya. Setelah permaianan selesai saya ajak diskusi kemudian dilanjutkan dengan refleksi. Saya tanyakan bagaimana permainan ini apakah menarik atau tidak, serta apa yang mengesankan dari permainan ini dengan mengungkapkan di depan kelas.

Perubahan
Setelah mendengar refleksi dari murid saya merasa sangat senang dengan antusias mereka. Murid saya terlihat lebih bahagia dan "loss" katanya. Mereka lebih mudah memahami tentang peminatan studi lanjut di perguruan tinggi dengan permainan ini. Permainan simulasi index card match ini bisa juga diterapkan untuk guru mata pelajaran.